5 Cara Perayaan Kelulusan Paling Kreatif, Manakah Cara yang Paling Sering Kamu Temui di Kotamu?

5 Cara Perayaan Kelulusan Paling Kreatif, Manakah Cara yang Paling Sering Kamu Temui di Kotamu?

Baca Juga

Setiap pelajar pasti punya tujuan yang sama, yaitu lulus, karena yang beda tujuan tuh cuma lo sama pacar lo yang egois. Kalo udah lulus tuh rasanya lega, kayak orang yang akhirnya bisa kencing setelah berjam-jam kena macet di jalan tol. Sayangnya, kelegaan itu sering banget diikuti dengan perayaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Biasanya, perayaan kelulusan pelajar di Indonesia identik dengan corat-coret seragam dan konvoi sepeda motor. Enggak jarang pula konvoi tersebut berubah menjadi tawuran antar pelajar di jalanan. Selain itu, konvoi tanpa pengawasan juga berisiko meneyebabkan kecelakaan. Nah, daripada melakukan hal yang merugikan kayak gitu, mending lo contoh para pelajar-pelajar ini. Dijamin aman, seru, dan lebih berkesan.

1. Flashmob

Pelajar SMAN 1 Sleman angkatan 2012 punya cara sendiri untuk merayakan kelulusan, yaitu dengan menyumbangkan baju bekas buat orang yang kurang mampu. Selain itu,mereka juga menggelar aksi flashmob yang diikuti oleh seluruh angkatan. Semua peralatan dan panggung dihadirkan dengan hasil iuran masing-masing siswa sebesar Rp30.000. Asyik banget kan, selain menyenangkan, flashmob juga bisa membakar lemak-lemak di tubuh lo.

2. Sungkem

Dalam bahasa Sansekerta, “sungkem” berarti berbagi. Para pelajar angkatan kelulusan 2016 se-kota Yogyakarta berkolaborasi untuk berbagi kepada sesama. Aksi ini dilakukan sebagai lambang ucapan terima kasih para pelajar kepada masyarakat—yang secara langsung ataupun enggak—udah ngebantu keberlangsungan Ujian Nasional. Dana yang terkumpul dibelikan susu kedelai dan nasi bungkus yang kemudian dibagikan ke PKL, juru parkir, serta tukang becak di delapan titik. Mulia banget kan? Wajib ditiru nih.

3. Konvoi Sepeda

Kali ini datang dari pelajar SMA Negeri 1 Situbondo angkatan kelulusan 2012. Kalo biasanya lo liat konvoi pakai motor atau mobil, para pelajar ini mengambil sikap yang berbeda, mereka tetap konvoi tetapi menggunakan sepeda. Selain menyehatkan, bersepeda juga membantu kenyamanan para pengguna jalan lain karena enggak menyebabkan kebisingan dan polusi udara. Kalo sampai Viki jadi kepala sekolah, pelajar di sekolah Viki harus merayakan kelulusan naik otopet, biar kayak Teletubies, berpelukan!

4. Long March

Kayaknya julukan sebagai kota pelajar memang tepat dialamatkan buat Jogja karena aksi berikutnya juga datang dari kota istimewa tersebut. Aksi keren ini dilakukan para pelajar SMA Kolese John de Britto. Sekolah yang semua siswanya laki-laki ini selalu melakukan aksi long march di kelulusan. Mereka jalan dari gedung sekolah ke Monumen Tugu yang terletak di pusat kota. Lumayan juga tuh jaraknya, sekitar 10 sampai 15 km. Semua dilakukan dengan aman dan tidak mengganggu para pemakai jalan lain. Karena dilakukan dengan tertib, long march de Britto ini selalu ditunggu oleh warga Jogja tiap tahun. Udah pasti sebagian besar yang nonton adalah kalangan cewek yang mau lihat cowok-cowok gondrong unyu.

5. Cosplay Massal

Pelajar di Jepang selalu punya cara yang asyik dalam hal mengubah hal yang biasa jadi luar biasa. Salah satunya saat membuat perayaan kelulusan menjadi aksi cosplay massal. Kostum yang dipakai bukan hanya superhero atau karakter anime. Ada yang mengenakan kostum hapebiola, dan yang paling gila ada siswa yang pakai kostum menyerupai daging kemasan supermarket. Keren banget. Buat lo yang mau menikmati keseruan ini bisa tuh sekolah di Jepang dan ketika lulus lo bisa pakai kostum yang menyerupai mantan lo.

Related Posts

5 Cara Perayaan Kelulusan Paling Kreatif, Manakah Cara yang Paling Sering Kamu Temui di Kotamu?
4/ 5
Oleh